Sifat Kikir dan Penyebabnya Pintarbaca.Com Sudah tahu contoh sifat kikir? Atau ingin tahu sifat kikir artinya?

Penyebab Munculnya Sifat Kikir

Tentulah sangat penting untuk di ketahui bahwa sifat kikir tidak lepas dari adanya pendorong dan pendorong kikir itu bermakna ‘’ cinta ‘’ yakni kecintaan pada harta.

Sebagaimana cinta lain, cinta pada harta munculnya pun ada penyebabnya.

Maka kuatnya cinta pada harta setidaknya di akibatkan oleh dua sebab.

Sebab munculnya sifat kikir pertama:

Gemar menuruti  keinginan-keinginan yang untuk mencapainya harus menggunakan harta serta terlalu banyak memiliki rencana.

Padahal, seumpama saja dalam hati seorang insan tertanam kesadaran bahwa mati selalu saja siap untuk untuk menjemputnya niscaya ia tidak akan memilih menjadi orang kikir atas hartanya.

Sebab, kadar waktu yang dibutuhkan baik itu satu hari, satu bulan atau satu tahun sekalipun, sebetulnya itu sangat  sebentar.

Dan kalaupun seorang insan tidak memiliki banyak rencana, namun mempunyai banyak anak, maka biasanya anak yang ia miliki statusnya di jadikan sebuah alasan supaya tertanam dalam dirinya sikap banyak rencana.

Alasannya, karena seorang insan yang mempunyai anak gemar sekali beranggapan bahwa anaknya akan hidup dalam waktu yang sangat lama.

Oleh karena itu, ia pun akan gemar menahan harta nya dengan alasan untuk masa depan anak. Pantas sekali bila nabi saw jauh-jauh hari sudah memberikan isyarah dalam sabdanya bahwa :

“seorang anak dapat menjadikan kikir, penakut dan bodoh”.

Dengan demikian, apabila dalam diri seorang insan telah menyatu sifat gemar menuruti keinginan, memiliki banyak rencana, khawatir akan menjadi fakir dan minimkepercayaan  atas datang nya rizqi maka sudah pasti sifat kikir perlahan akan menancap kuatdalam diri insan tersebut.

Sifat Kikir dan Penyebabnya

Sifat Kikir dan Penyebabnya

Penyebab Sifat Kikir yang ke-2: cinta pada harta itu sendiri.

Sebagian kalangan manusia ada seseorang yang ketika hartanya di gunakan dalam bentuk sewajarnya maka harta tersebut sebetulnya cukup untuk memenuhi kebetulan sepanjang umurnyabahkan masih sisa beberapa ribu.

Di sisi lain ia sudah tua dan tidak mempunyai anak padahal harta sangat banyak. Akan tetapi ia tidak suka membayar zakat serta ketika sakit ia enggan untuk berobat.

Harta dinar senantiasa ia cintai, selalu ia rindui, ia merasa nyaman bila dinar selalu ada dan merasa nyaman bila dinar mampu di kuasainya.

Oleh sebab itu, di simpannya lah dinar itu di bawah tanah padahal ia sadar bahwa nanti akan dating sebentar lagi dan ketika mati sudah pasti dinar-dinar itu akan binasa atau mungkin akan di ambil oleh musuh-musuhnya.

Cinta memang kadang kala membawa petaka, menjadikan kesadaran hanya sekedar kata tanpa makna. Sebab ternyata, seseorang tersebut lebih memilih untuk bersikap kikir pada dirinya sendiri, makan seadanya, enggan bersedekah meskipun dengan harta sekadar biji, besarnya.

Inilah suatu sikap yang menjadi penyakit hebat dalam hati, sukar di obati. Terlebih, bila penyakit itu menyerang di usia tua. Sungguh! Sikap seperti ini adalah penyakit yang biasa membuat lumpuh dan akan jauh sekali dari kata sembuh.

Orang yang memiliki sifat seperti itu mirip sekali dengan seorang yang sedang merindukan kekasihnya kemudian dia menyuruh utusan untuk menyampaikan surat kepada ssok yang di rinduinya.

Namun malangnya, seseorang itu malah lebih sibuk memikirkan utusannya bahkan ia melupakan kekasih yang di rindukannya.

Di sini, dinar-dinar itu ibarat utusan yang bias mengantarkan seseorang agar sampai pada apa yang menjadi kebutuhan.

Lantas dinar itu dijadikan nya sebagai sebuah kebutuhan bukan utusan. Hal itu terjadi, barang kali di karenakan ia beranggapan bahwa sesuatu yang dapat lain juga ksenangan.

Dan saying sekali, sesuatu yang mestinya menjadi tujuan ternyata di lupakan dan sesuatu yang hanya sebagai utusan ternyata di rubah menjadi kecintaan.

Sehingga, bagi orang yang memiliki sifat seperti di atas, emas adalah kecintaan bukan perantara menuju kecintaan. Itulah puncak dari sebuah kesesatan.

Baca juga:

Sisi Negatif Harta Duniawi Beserta Kisah Nyata
Pengertian Hawa dan Nafsu dalam Al quran dan Cara Mengendalikannya

Sifat Kikir dan Penyebabnya – OBAT PENYAKIT KIKIR

Sifat Kikir dan Penyebabnya

Dan sungguh , obat tiap penyakit adalah kebalikan dari penyakitnya. Maka gemar menuruti keinginan bias di obati dengan qanaah atau menerima apa adanya pada sesuatu yang sedikit dan bersabar.

Sedangkan banyak rencananya bias di obati dengan banyak mengingat kematian, melihat pada kematian teman-teman yang sebaya, melihat pada lamanya usaha mereka dalam mengumpulkan harta dan lenyapnya  harta itu sesudah mereka tiada.

Resahnya memikirkan rizki anak di masa depannya bisa di obati dengan bahwa khaliq sudah memberikan jatah rizqi bersama anak itu semenjak ia lahir.

Betapa banyak anak yang tidak menerima warisan harta ayahnya akan tetapi keadaannya malah lebih mapan di bandingkan anak yang menerima warisan.

Dan cobalah membuka kesadaran bahwa harta yang ia kumpulkan dengan tujuan supaya anaknya sejahtera di masa mendatang, bisa saja harta itu malah menjadi sumber keburukan untuk anaknya.

Sadari, bahwa apabila anaknya termasuk orang shaleh niscaya akan di beri kecukupan oleh Allah dan apabila anaknya termasuk orang fisik maka harta yang ia tinggalkan akan menjadi perantara bagi anaknya itudalam melakukan kemaksiatan.

Lebih menyedihkannya lagi, kedhaliman yang dilakukan oleh sang anak akan kembali kepada orang tuanya sendiri.

Hendaklah bagi seseorang untuk mengobati hatinya dengan banyak memahami secara mendalam pada hadist-hadist tentang tercelanya kikir dan terpjinya kemurahan hati serta hebatnya ancaman Allah atas sifat kikir, yang siksaan yang begitu besar.

Sementara, yang termasuk dari obat bermanfaat bagi penyakit kikir ialah banyak memperhatikan status social orang-orang kikir, dimana mereka cenderung akan menjadi bahan cibiran serta akan di jauhi oleh banyak orang.

Sebab sungguh, tiada seorang pun dari orang kikir melainkan kekikiran itu akan di pandang keji oleh orang lain hingga pada akhirnya ia akan merasa sepi dalam keramaian.

Alhasil, seseorang yang sering berfikir demikian maka ia akan sadar bahwa orang kikir sama seperti orang yang hidup sendiriandan di pandang menjijikkan oleh hati para insan.

Dan juga, seseorang dapat mengobati hatinya dengan banyak merenungkan tujuan-tujuan harta yakni untuk apa harta itu diciptakan.

Jangan membiasakan diri untuk memiliki harta selain kadar yang di butuhkan.

Sementara sisa dari harta yang menjadi kebutuhan itu simpanlah untuk kemanfaatn dirinya kelak di akherat.

Caranya, carilah pahala dengan lantaran harta itu semisal saja dengan cara bersedekah.

Demikian lah beberapa obat dari ranah ma’rifah dan ilmu! Selanjutnya, apabila seseorang telah mengetahui dengan cahaya mata hatinya, bahwa memberikan harta lebih baik dari pada menahannyauntuk kehidupan dunia dan akheratnya nanti niscaya berkobarlah kecintaannya untuk terus bersedekah kalau dia memang menggunakan  akalnya.

Sifat Kikir dan Penyebabnya – Contoh Cerita ORANG PALING KIKIR SEDUNIA

Sifat Kikir dan Penyebabnya

Diceritakan, bahwa Muhammad bin yahya bin khalid bin bermak adalah orang yang keji sebab kekikiranya.

Suatu hari saudara yahya bin khalid mendapat pertanyaan:

Coba jelaskan kepadaku akan hidangan yahya!

Hidangannya sangat sedikit sekedar ujung ibu jari serta ujung telunjuk ketika di buka dan piringnya dari tempurung biji buah khoskhas ‘’ saudara itu menjawab.

Siapa yang hadir saat ia memakan hidangannya itu? Ia di Tanya kembali.

Para malaikat penulis amal’’ saudaranya itu menjawab.

Apa tidak ada seorang pun yang makan bersama dia? Ia lalu di tanyakan lagi.

Ada, yaitu lalat “singkat saja ia menjawab.

Setelah menjawab demikian, ia pun sperti mendapat celaan dari orang yang bertanya.

Sekarang, tampak jelas aibmu!engkau termasuk orang terdekat nya tetapi bajumu usang dan robek tak karuan.

Demi Allah, aku tidak mampu membeli jarum untuk menjahit pakaianku. Umpama saja Muhammad bin yahya itu memiliki rumah yang penuh dengan jarum mulai dari bagdhad sampai an naubah, lantas datanglah malaikat jibril, mikail serta nabi ya’kub as, dengan maksud hendak meminjam jarum serta meminta tolong supaya Muhammad bin yahya mau menjahit baju nabi yusuf yang telah robek bagian belakangnya, niscaya Muhammad bin yahya itu tidak akan mau melakukan hal itu.’’ Kata itu memaparkan alasan.

Sifat Kikir dan Penyebabnya – Cerita ORANG KIKIR SULIT MENYEDEKAHKAN HARTANYA

Sifat Kikir dan Penyebabnya

Ahmad an-naqib berkata: aku berkunjung ke tempat asy syibli. Kemudian beliau berkata: hai ahmad, aku punya sesuatu yang ada di benakku!.

Maka aku bertanya: apakah itu?

Ia menjawab: sewaktu aku sedang duduk maka dalam hatiku seperti ada gumam bahwa dirimu adalah orang yang kikir.

Aku menyangkal: aku tidak kikir.

Nampaknya beliau tidak percaya maka beliau pun mengatakan: tetapi engkau orang yang kikir.

Maka aku menyakinkan beliau: apa saja rizqi yang Nampak kepadaku hari ini niscaya  aku serahkan kepada orang miskin yang pertama aku jumpai.

Lalu ia berkata: belum hilang apa yang tertoreh dalam hati.

Dan pada akhirnya seorang kawan dari mu’nis al khodim, ia dating kepadaku dengan membawa uang lima puluh dinar.

Seorang kawan  tadi berkata: pakailah uang ini untuk keperluanmu!.

Karena dia menyruh, maka langsung saja aku bangun untuk mengambil uang yang dia bawa dan setelah itu aku pun keluar saat dalam perjalanan tiba-tiba aku bertemu dengan seseorang miskin sedang bersama tukang potong rambut.

Karena itu, aku mendekati orang miskin tadi dengan maksud hendak memberinya dinar.

Si miskin berkata: berikan saja uang itu pada tukang cukur ini.

Aku menerangkan, bahwa jumlahnya sekian.

Orang miskin itu menyindir; bukankah kami telah menegaskan bahwa engkau adalah orang kikir?. Untuk menuruti permintaannya akhirnya aku serahkan uang itu kepada tukang cukur.

Sementara si tukang cukur berkata; kami telah berajanji, semenjak orang miskin ini duduk di sini bahwa kami tidak akan mengambilnya.

Sifat Kikir dan Penyebabnya – MENGUSIR si PEMINTA-MINTA Tanda Orang Kikir

Di kisahkan, di sebuah daerah ada seseorang bernama al a’masy. Dia mempunyai seorang tetangga yang selalu meminta kepada al-a’masy, supaya dating ke rumahnya.

Tetangga itu bilang kepadanya: jikalau engkau masuk ke rumahku, maka engkau akan memotong roti dan garam. Namun al-masy enggan dating ke rumah tetangganya itu.

Pada suatu hari, penawaran itu di smpaikan lagi oleh tetangganya, agar al-masy dating di rumahnya.

Kebetulan al-masy saa itu merasa lapar, maka ia menjawab: marilah kita pergi!’’

Tidak butuh waktu lama, al –masy pun tiba di rumah yang tetangga dan segera beliau masuk ke dalam rumah.

Di sana ada jamuan sepotong roti dan garam yang di jamukan oleh pemilik rumah.

Rezeki memang tidak tertukar, tuhan tidak ngantuk. Namun selang beberapa saat, datanglah seorang peminta seraya mengatakan kepadanya: wahai tuan rumah! Sudilah tuan memberikan sesuatu kepadaku.

Karena belum ada jawaban maka peminta mengulangi ucapannya: kiranya sudilah tuan memberikan sesuatu keberkahan kepadaku!.

Lagi-lagi belum ada jawaban maka peminta mengulangi ucapannya untuk kali ke tiga dan lekas saja tuan rumah itu membalas: pergilah! Dan kalau tidak, demi Allah, aku akan keluar dengan membawa tongkat!.

Mendengar sang tetangga mengucapkan maka al-masy pun menemui peminta tadi. Beliau berkata: sudahlah, kamu prig saja! Aku turut kasihan kepadamu! Demi Allah! Aku belum pernah menemui seseorang yang lebih menepati janjinya dari pada dia.

Kau tahu? Dari beberapa waktu lalu dia mngundangku untuk memakan sepotong roti dan garam di rumahnya ini dan demi Allah, setelah aku berada di rumahnya dia tidak menambahkan kepadaku melebihi dari sekedar roti dan garam yang di janjikan itu.

Sifat Kikir dan Penyebabnya – SI KIKIR Yang MENYEMBUNYIKAN  MAKANAN DI BALIK BAJU, Tanda Orang Kikir

Alkisah, tercatatlah cerita seorang arab badui yang dating bertemu kepada seorang lelaki. Kemudian di hadapkan lelaki itu ada buah tin. Entah apa yang ada dalam fikiran lelaki itu, buah itu pun di tutupnya dengan sehelai pakaian.

Kemudian si arab badui tersebut duduk. Sesaat setelah duduk maka lelaki ini bertanya kepada arab tersebut.

“pandaikah engkau membaca sesuatu dari ayat-ayat alquran?

Badui itu menjawab: ya, tentu saja saya bisa! Lalu di bacanya ayat berikut.

Lelaki itu lalu bertanya: mana at-tin

Arab badui itu lalu menjawab: di bawah pakaianmu!

Sifat Kikir dan Penyebabnya – Contoh Cerita SI KIKIR Yang MENYESALI DOSANYA

Ada riwayat bahwa suatu ketika rasulullah saw mengerjakan thawaf di baitullah. Tiba-tiba saja, di lihatnya ada seorang lelaki bergantung di tirai ka’bah seraya berkata: ‘’ dengan kehormatan baitullah, apakah engkau tidak mempunyai dosaku?’’

Seperti penasaran, maka nabi pun bertanya:

“Apakah dosamu? Terangkanlah kepadaku!’’

“dosa itu lebih besaruntuk aku terangkan kepadamu’’ jawabnya.

Betapa kasihannya dirimu ini! Lebih besar mana dosamu dan bumi?’’ nabi saw coba memancing jawaban.

” bahkan dosaku itu yang lebih besar, wahai rasulullah! ‘’ orang itu menjawab.

” Dosamu yang lebih besar, atau kah gunung yang lebih besar? ‘’ nabi saw bertanya lagi.

” bahkan dosaku yang lebih besar, wahai rasulullah! Lelaki itu teguh menjawab.

“dosamu kah yang lebih luas atau lautan?’’  nabi saw terus mencari jawaban.

“bahkan dosaku yang lebih luas wahai rasulullah! Sang lelaki masih kuat menyimpan rahasia.

“Dosa dirimu kah yang lebih besar atau langit?’’ tiada henti nabi saw bertanya.

” bahkan dosaku yang lebih besar, wahai rasulullah! Lelaki itu teguh dengan jawabannya.

“Apakah dosamu yang lebih besar atau kah arasy? ‘’ nabi saw bertanya lagi.

” bahkan dosaku yang lebih beesar, wahai rasulullah’’ laki=-laki itu menjawab.

“dosamu yang lebih besar ataukah Allah?’’ nabi saw bertanya.

“Allah yang maha besar dan maha tinggi’’ demikian lelaki itu menjawab.

‘’sungguh kasihan dirimu ini! Cobalah terangkan kepadaku akan dosamu itu! Nabi saw bersabda.

Barangkali karena nabi tiada hentinya terus bertanya maka lelaki itu melai menjawab dengan serius.

“wahai rasulullah! Sungguh diriku ini, dulunya adalah seorang yang bergelimang harta. Suatu saat datanglah seorang wanita peminta kepadaku. Ketika berhadapan kepadaku, wanita tersebutmenghadap seolah-olah sedang membawa api yang membara’’.

Mendengar ceritanya, nabi saw lantas bersabda: “sekarang, menjauhlah dariku! Supaya engkau jangan membarkar dirimku dengan apimu! Demi Allah, dzat yang mengutusku dengan membawa petunjukserta kemuliaan! Andai kata engkau berdiri di antara sudut ka’bah dan makam Ibrahim a.s untuk kemudian dirimu melaksanakan sholat dua juta tahun lamanya, kemudian engkau menangis hingga derai air matamu menjadi muara sungai-sungai bahkan pohon-pohon pun tersirami olehnya, akan tetapi, bila engkau mati dalam  keadaan membawa celaan dan kehinaan maka sungguh Allah akan menjadikanmu timbunan dalam neraka.

Sifat Kikir dan Penyebabnya – Contoh Cerita Orang Kikir Yang Tidak MEMBERI HIDANGAN TAMU

Alkisah, ada seorang mengundang temannya namun sedikitpun tidak ada jamuan yang di hidangkan. Temannya itu tidak di perbolehkan pulang sampai waktu asr tiba.

Benar saja, lapar yang tak karuan perlahan dating mengusik ketenangan lantaran tidak ada jamuan untuk menjadi peredam.

Dan hamper saja lapar itu menyulapnya menjadi gila.

Dengan wajah tak berdosa, pemilik rumah mengambil gitar seraya bertanya kepada temannya itu: demi hidupku! Suara mana yang engkau inginiuntuk aku pendengarkan kepadamu?

Teman itu menjawab: bunyi daging ayam yang di goring.

Sifat Kikir dan Penyebabnya – Contoh Cerita Tidak di AKUI MENJADI PEMIMPIN KARENA KIKIR

Abu hurairah r.a. berkata: rasulullah saw pernah bertanya kepada utusan suku bani lahyan: siapakah pemimimpinmu wahai bani lahyan?

Mereka menjawab: kepala kami jadd bin qais. Hanya saja dia seorang laki-laki yang memiliki sifat kikir.

Nabi saw lalu bertanya: apa penyakit yang lebih parah dari kikir? Bukannya pemimpin kalian semua adalah amr bin al jamuh.

Utusan itu menjawab: pemimpin kami add bin qais.’’

Lalu nabi saw bertanya. Dengan alasan apa kamu mengangkatnya menjadi pemimpin?.

Mereka menjawab: dia banyak harta dan di saat yang bersamaan kami sadar rupaya jadd bin qais memiliki sifat kikir.

Nabi saw lalu bersabda: manakah penyakit yang lebih parah dari kikir? Orang itu bukanlah pemimpin kalian semua’’.

Mereka lalu bertanya: jadi, siapa pemimpin kami, wahai rasulullah?

Nabi saw menjawab: pimpinan kalian adalah bisyir bin al barra.

Nah, itulah istilah Sifat Kikir dan Penyebabnya yang dapat Anda ambil sebagai pelajaran dalam menggandrungi hidup bersosial di masyarakat.

¹