Pengertian Hawa dan Nafsu Pintarbaca.Com Sudah tahu pengertian hawa nafsu menurut alkitab quran? Atau ingin tahu contoh hawa nafsu manusia serta cara melawan hawa nafsu?

Hawa dalam istilahnya diartikan dengan condongnya hati pada perkara yang yang di sukai terkait hal-hal yang bersifat keinginan.

Dan yang mendorong atas kecondongan pada suatu yang di inginkan adalah yang tidak di legalkan oleh syariat.

Sedangkan syahwat adalah gejolak hati untuk meraih hal-hal yang menyenangka.

Kesinambungan antara hawa nafsu dan syahwat adalah sama persis seperti hubungan alasan dan perkara yang di alasi atau bisa jadi seperti hubungan sebab akibat.

Keduanya cocok dalam sisi dalil dan yang dalili. Hanya saja hawa itu sifatnya lebih khusus mengarah pada pemikiran dan keyakinan sedangkan syahwat lebih mengarah pada pencapaian hal-hal yang di rasa nikmat.

Oleh karena itu, syahwat merupakan bagian yang di hasilkan oleh hawa. Dari sudut pandangan ini dapatlah di ketahui bahwa syahwat sifatnya lebih khusus karena ia adalah cabangan sementara hawa merupakan pondasinya yang bersifat lebih umum.

Pengertian Hawa dan Nafsu

Pengertian Hawa dan Nafsu

Pengertian Hawa dan Nafsu – PENYEBAB MANUSIA TERDORONG MENGIKUTI HAWA NAFSUNYA

Ada dua hal yang bisa menyebabkan manusia terdorong untuk mengikuti hawa nafsunya sebagaimana penuturan dari imam al-mawardi  dalam kitab adab ad-dunya wa ad-din, yakni;

Pertama; kuatnya pengaruh hawa nafsu, yakni, kuatnya pengaruh hawa nafsu dengan segala tipu dayanya dalam memperdaya seseorang sehingga dia terkendalikan oleh dominannya syahwat.

Ketika seseorang telah mencapai kondisi yang demikian maka dia akan lemah dalam menolak serta mencegah syahwat tersebut meskipun tampak jelas baginya kejelekan-kejelekan dari syahwat yang di anutnya.

Hal ini di sebabkan karena akal pikirannya sudah terkalahkan dengan nafsu syahwatnya.

Kondisi tersebut rata-rata terjadi pada anak-anak di usia remaja. Syahwat atau hawa nafsu dalam mempengaruhi seseorang yang berada

pada fase-fase seperti ini sangatlah kuat sebab banyaknya pengaruh-pengaruh serta masih labilnya apa yang menjadi keinginan hawa nafsunya.

Tidak jarang mereka berdalih samar-samar masa muda atau remaja masih terbilang wajar untuk mengikuti apa yang menjadi keinginannya

dan mereka tidak sadar kalau semua itu dilakukannya atas dasar dorongan hawa nafsu.

Hawa nafsu bisa menjadikan samar-samar terhadap perkara yang asalnya itu jelek dalam arti dengan pengaruh hawa nafsu perkara yang jelek bisa di anggap baik, perkara yang seharusnya berbahaya di anggap bermanfaat.

Contohnya, orang yang mengkonsumsi minuman keras, sudah jelas kalau miras dapat berdampak bahaya terhadap akal pikiran dan tubuh manusia namun karena sudah terdorong dan tertutupi oleh keinginan hawa nafsu maka miras tidak lagi di anggapnya sebagai suatu hal yang

membahayakan bahkan sebaliknya miras dianggap sebagai sesuatu yang memberikan sebuah kemanfaatan.

Setidaknya ada dua hal yang sangat besar dalam mempengaruhi hal ini dan salah satunya kecondongan hati akan sesuatu itu.

Maka kejelekan dari sebuah hal akan tersemarkan oleh baiknya persangkaan hati dan hati akan menggambarkan kejelekkan dari hal

tersebut menjadi sebuah hal yang baik, sebab kuatnya kecondongan hati atas hal tersebut.

Kedua; adalah kurangnya kesadaran fikiran dalam membedakan sesuatu yang tidak jelas.

Selain itu, kuatnya keinginan untuk mendapatkan ketenangan dengan cara melakukan hal-hal mudah.

Sampai-sampai dalam waktu yang bersamaan, tumbuh anggapan kuat yang menyatakan bahwa sesungguhnya apa yang dilakukannya dengan

mengikuti kehendak nafsu itu merupakan pilihan yang cocok dan baik lagi kondiri dirinya.

Anggapan semacam itu muncul sebab adanya tipu daya fikiran yang berupa; ‘’ sesuatu yang mudah itu baik dan sesuatu yang sulit itu tercela’’.

Baca juga:

Sisi Negatif Harta Duniawi Beserta Kisah Nyata
Kisah Nabi Adam Singkat Lengkap dalam Alquran

Pengertian Hawa dan Nafsu – TIGA CARA MENUNDUKKAN NAFSU

Pengertian Hawa dan Nafsu

Layaknya penyakit yang bisa sembuh dengan perantara obat, hawa nafsu pun bisa sembuh bila di obati dengan perantara resep yang telah

di tuliskan oleh imam al-ghazali dalam kitab minhatul abidinnya, yakni hawa nafsu bisa di tundukkan dan di lunakkan dengan memakai tiga cara, yaitu;

  1. Mencegah kesenangan nafsu. Karena, hewan tunggangan yang masih liar atau belum jinak bisa jinak bila porsi makannya di kurangi.

Nafsu pun akan berkurang bila kesenangannya di cegah.

  1. Membebani nafsu dengan ibadah yang berat-berat. Karena, keledai itu bila di tambah muatannya dan di kurangi makanannya maka ia menjadi tunduk dan penurut.
  2. Memohon pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla.

Pengertian Hawa dan Nafsu – ANJURAN MENGEKANG HAWA NAFSU dalam Alquran

Pengertian Hawa dan Nafsu

Hawa nafsu merupakan sumber pendorong yang paling kuat dalam merusak moral dan perilaku umat manusia.

Ketika umat manusia lebih mengedepankan hawa nafsunya niscaya kehancuran dan kerusakan yang akan menjadi akibatnya.

Mengenai hawa nafsu ini, nabi telah berpesan bahwa hawa nafsu yang selalu di ikuti termasuk salah satu dari hal yang dapat membinasakan.

Selama kecintaan manusia dalam menuruti hawa nafsunya lebih kuat di banding rasa kecintaannya  kepada Allah, maka selama itu juga ia tidak mungkin bisa terlepas dari keterpedayaannya.

Imam ali r. a. berkata; ‘’ seseorang yang merindukan surge maka dia hendaknya melepas jauh-jauh hawa nafsu duniawinya’’.

Untuk menghasilkan sesuatu tentulah tidak akan lepas dari adanya sebuah perjuangan dan perjuangan dalam melawan hawa nafsu sangatlah berat melebihi beratnya peperangan.

Sebab, dalam melawan hawa nafsu, secara  otomatis manusia di tuntut untuk mengekang diri dari hal-hal yang enak dan menyenangkan sekira bertentangan dengan ketentuan-ketentuan syariat.

‘’tidak ada satu pun di dunia ini yang sulit untuk aku obati kecual hawa nafsu, sesekali dia memberi kemanfaatanbuatku dan di saat yang lain dia memberi dampak buruk kepadaku’’.

Demikian penegasan dari imam sufyan at-tsauri.

‘’tidak ada binatang yang sulit untuk di kendarai,yang lebih membutuhkan kendali yang kuat, selain dari pada hawa nafsumu sendiri’’.

Begitu imam hasan al-bashri memberikan gambaran terkait hawa nafsu.

Pengertian Hawa dan Nafsu – JAMUAN ALLAH UNTUK Si PENGEKANG NAFSU MAKAN

Pengertian Hawa dan Nafsu

Ada seorang ulama dari tanah bashroh menuturkan; ‘’ aku pernah bertengkar dengn nafsuku karena ia menginginkan roti, beras dan ikan.

Lalu aku cegah keinginan itu. Dan semakin aku mencegahnya maka semakin bertambah kuat pula keinginan itu hingga sungguh sterasa

sangat berat perjuanganku dalam menentangnya. Pertengkaran ini terus terjadi selama dua puluh tahun’’.

Ketika ulama tersebut telah meniggal dunia, ada sebagian penduduk bashroh yang bermimpi bertemu denggannya lantas penduduk itu

menceritakan mimpinya, aku telah bertemu dengan ulama yang telah mengekang nafsunya supaya tidak makan roti, beras dan ikan dalam mimpiku.

Di dalam mimpi itu aku bertanya;

“apakah yang di perbuat oleh Allah untukmu setelah engkau meninggal?’’

“sepertinya tidak baik bila aku harus menceritakan apa yang telah Allah pertemukan terhadapku dari berbagai macam nikmat dan kemuliaan.

Hanya saja, untuk yang pertama, Allah menjamuku dengan jamuan roti, besar dan ikan sebagaimana perkara-perkara itu telah aku tinggalkan

saat aku hidup di dunia untuk mengekang keinginan nafsuku ‘’ jawab ulama yang telah meninggal itu.

Pengertian Hawa dan Nafsu – AKIBAT NAFSU ILMU BISA HILANG

Pengertian Hawa dan Nafsu

Abdullah bin salam r.a bertanya kepada ka’ab al-ahbar r.a ; ‘’apakah yang menghilangkan ilmu dari hati ulama sesudah ilmu itu di hapal dan di pahaminya?’’

‘’ rasa tamak, nafsu rakus dan mencari banyak keperluan’’. Jawab ka’ab al-ahbar.

Lantas di kemudian waktu ada seorang lelaki meminta penjelasan kepada wali fudhlail ; ‘’ berilah diriku penjelasan atas apa yang di katakana ka’ab al-ahbar itu!’’.

‘’yaitu ada seseorang yang tamak pada sesuatu yang ia cari maka akibatnya berkuranglah agama itu lantaran hal tersebut. Sedangkan rakus yaitu rakusnya nafsu pada perkara ini dan itu hingga nafsu tersebut tidak rela jika ada perkara yang lepas darinya.

Ketika seperti itu, saat kamu melihat ini maka kamu akan ingin ini dan saat melihat itu penyesalan yang akan di dapat serta di lain waktu ia akan kembali lagi bila ia mau hingga pada akhirnya ia menguasai samu sepenuhnya dan kamu pun tunduk kepadanya’’. Fudlail menjelaskan.

Seseorang yang mencintai kamu karena duniamu niscaya kamu akan menyapanya dengan salam ketika dirimu berlalu di hadapannya dan kamu akan menjenguknya apabila ia sakit.

Hanya saja, semua itu kamu lakukan bukan semata-mata karena Allah swt melainkan ada maksud lain.

Andai kata kamu melakukan hal itu bukan karena maksud lain tentulah itu merupakan yang terbaik bagimu.

Pengertian Hawa dan Nafsu – KEUTAMAAN HATI yang BERSIH

Hati yang bersih adalah hati yang kosong dari keinginan untuk mengikuti hawa nafsu. Dengan hati yang bersih ini, setan akan Nampak lemah untuk mempengaruhi manusia supaya terjerumus dalam kebatilan.

Pengertian ini selaras dengan apa yang telah di firmankan oleh Allah swt dalam surat al-hijr  ayat 42, yakni;

‘’ sesungguhnya hamba-hambaku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka’’.

Setiap orang yang mengikuti kehendak hawa nafsunya maka dia sama halnya budak dari nafsunya itu, bukan seseorang yang menghambakan dirinya pada Allah swt.

Oleh karena inilah Allah menguasakan setan untuknya sebagai pengendali.

Dalam surat al-jatsiah ayat 23, yakni; ‘’ maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya’’.

Allah memberikan isyarat bahwa sesungguhnya sebagian hawa nafsu yang ada yang di anggap sebagai tuhan dan di jadikan sesembahan.

Maka orang yang mengikuti hawa nafsunya teranggaplah sebagai orang yang menghambakan diri kepada hawa nafsu bukan menghambakan diri kepada Allah.’’

Ulama sepakat bahwa telah ada cara lain untuk mendapatkan kebahagiaan di akherat kecuali dengan mencegah diri dari hawa nafsu.

Melalui hawa nafsu, setan menggoda umat manusia agar melakukan perkara yang dilarang oleh agama.

Oleh karena itu, mintalah pertolongan kepada Allah agar bisa mengekang diri dari hawa nafsu sebab ketika Allah telah memberi

pertolongan kepada seseorang hamba untuk mengalahkan keinginan hawa nafsunya hingga syahwat itu berjalan sesuai dengan semestinya

dan masih sesuai dengan batas-batas syariat mka sudah semestinya syahwat tersebut tidak akan mendorong manusia untuk melakukan hal yang kurang baik.

Pengertian Hawa dan Nafsu – KISAH IBRAHIM bin ADAM dan BNAFSU MAKAN

Syaqiq bin Ibrahim berkata; aku pernah melihat Ibrahim bin adham saat beliau dalam keadaan menangis di makkah di salah satu kampong bernama sauqul lail  yakni tempatnya lahirnya nabi saw.

Waktu itu, beliau sedang duduk di suatu sudut jalan. Supaya hatiku selalu tidak bertanya maka akupun berjalan menuju beliau untuk kemudian aku pun duduk di sampingnya.

Aku bertanya;

Gerangan apakah yang membuatmu menangis, wahai abu ishaq?’’

Tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja!’’ beliau menjawab.

Karenabelum percaya maka aku ulangi pertanyaan itu sampai berkali-kali. Setelah itu barulah beliau menjawab;

Hai syaqiq! Tutupilah diriku!’’

Hai saudaraku! Katakanlah apa yangkamu kehendaki! Sahutku.

Semenjak tiga puluh tahun yang lalu nafsuku menginginkan gulai yang terbuat dari daging dan cuka.

Aku sengaja mencegah keinginan nafsuku itu dengan segenap kemampuanku. Barulah hari kemarin, saat aku sedang duduk dan aku sangat mengantuk, tiba-tiba datanglah seorang anak muda dengan membawa mangkok hijau di tangannya yang uap dan bau gulainya sangat menyengat’’.

Ibrahim sejenak mengehntikan ceritanya, barangkali untuk mengingat kembali pengalamannya dengan pemuda yang mendatangi beliau.

Tidak lama setelah itu, menurut beliau pemuda yang membawa gulai mendekati beliau lalu berkata;

Hai Ibrahim, makanlah!’’

Tidak! Aku ingin menggapai ridhoan dari Allah swt’’ jawabnya kepadanya.

Sesungguhnya engkau telah di beri  jamuan oleh Allah, maka makanlah! Pemuda itu mencoba memaksa.

Benar bila ada yang berpesan bahwa dalam perkataan ada sihir yang memabukkan. Buktinya dengan perkataan pemuda itu aku merasa tak berdaya menolak bahkan untuk menjawab saja aku terasa lemah.

Sesekali yang ada dalam diriku hanyalah tangisan.

Makanlah! Semoga Allah mencurahkan rahmat kepadamu!’’ pemuda it uterus memaksa

Kami telah di perintahkan supaya tidak memasukkan dalam perut kami selain dari perkara-perkara yang telah kami ketahui’’ aku mencoba menyangkalnya

Makanlah! Mogalah engkau di beri kesehatan oleh Allah! Sesungguhnya aku yang memberikan gulai ini kepadamu’’ kata pemuda itu.

Sampai di sini, entah dari arahnya, tiba-tiba aku mendengar bisikan suara mengarah kepadaku;

Hai khidir! Berangkatlah dengan membawa makanan ini dan hidangkanlah untuk memenuhi keinginan nafsu Ibrahim bin adham!

Allah telah mencurahkan rahmat atas keinginan nafsu Ibrahim, sebab kesabarannya yang begitu lama untuk mencegah nafsu keinginan itu.

Setelah itu aku mendengar bisikan lain dan kali ini lah yang di tuju;

Ketahuilah, wahai Ibrahim! Sesungguhnya aku mendngar para malaikat berkata; orang yang di beri namun tidak mengambil, niscaya ia akan mencari lagi pemberian itu akan tetapi ia akan mendapatkannya’’.

Kalau memang seperti itu, maka inilah aku sedang berada di hadapannya, karena ikatan bersama allah swt’’ jawab pada suara itu.

Tidak lama setelah aku menjawab bisikan suara tadi maka akupun akan menoleh dan tiba-tiba saja aku sudah bersama pemuda lain yang membawa sesuatu.

Kali ini aku mendengar lagi bisikan suara seraya berkata;

Hai khidir! Suaplah dia’’.

Karena ada perintah maka tiada hentinya pemuda kedua ini menyuapi diriku hingga aku pun terlelap dalam mengantuk.

Dan tidak lama kemudian aku tersadar sementara manisnya makanan itu masih terasa jelas pada mulutku’’.

Pengertian Hawa dan Nafsu – OBAT NAFSU dari WALI JUNAID

Wali junaid r.a berkata; ‘’ pada suatu malam aku tidak dapat tidur. Lalu aku bangun mengerjakan shalat yang biasa aku lakukan.

Saat itu aku tiada merasakan manisnya ibadah sebagaimanapun yang telah aku rasakan di hari sebelum-sebelumnya’’.

Dan tiba-tiba saja aku merasa ingin tidur tetapi tetap saja tidak bisa. Rasanya ingin sekali aku duduk namun aku tidak sanggup melakukan nya.

Akhirnya, akupun pergi keluar rumah dan tidak terduga di luar sana aku melihat seorang lelaki memakai baju bulu yang Nampak di atas jalan.

Karena merasa penasaran, lekas saja aku mendatanginyaketika ia mengerti ada seseorang yang datang menghampirinya maka dia pun berkata;

‘’ wahai, abal qosim! Waktu memang berpihak kepadaku’’.

‘’ wahai, tuanku! Pertemuan ini terjadi bukan karena kita telah saling brjanji!’’ aku mencoba menyangkal.

‘’memang benar demikian! Hanya saja akulah yang memohon kepada Allah supaya ia menggerakkan hatimu untuk menjumpaiku’’, jawabnya.

‘’ baiklah kalau begitu, berarti Allah telah menunaikan permintaanmu. Lantas, ada keperluan apakah dalam dirimu?’’ tanyaku kepadanya.

‘’Kapankah penyakit nasu itu akan berubah menjadi obat?’’ orang itu Nampak serius bertanya.

‘’apabila nafsu itu menentang keinginannya’’kataku kepadanya

Sejenak waktu, lelaki tadi menghadapkan diri kepada nafsu nya, seraya berkata;  ‘’dengarlah, wahai nafsu! Jawaban seperti ini sudah tujuh kali aku utarakan kepadamu tetapi engkau tak mau memperhatikannya kecuali mendengar langsung dari wali junaid. Nah, sekarang engkau telah mendengar sendiri jawaban itu dari beliau!’’.

Kemudian lelaki yang aku jumai itu pergi dan sama sekali belum sempat aku berkenalan dengannya’’.

Pengertian Hawa dan Nafsu – PERBINCANGAN NABI YAHYA dengan IBLIS

Dikisahkan bahwa suatu ketika iblis mendatangi nabi yahya bin zakaria a.s. beliau melihat iblis membawa perkakas yang di gunakan untuk menguntungkan segala sesuatu.

Beliau bertanya kepada iblis itu;

“apa perkakas –perkakas penggantung ini, hai iblis?

“inilah adalah nafsu syahwat-syahwat yang dengannya aku akan menghancurkan manusia’’ jawab iblis.

“adakah nafsu syahwat itu di sebabkan oleh suatu hal? ‘’ nabi yahya a.s. bertanya lagi kepada iblis.

“ketika kamu kenyang, maka kami akan memberatkan dirimu dari melakukan shalat dan dzikir’’ iblis menjawabnya.

“apakah masih ada yanglainnya, selain itu? Nabi yahya a. s terus bertanya.

” tidak ada!’’ iblis menegaskan.

” aku berjanji kepada Allah swt, bahwa aku tidak akan memenuhi perutku selama-lamanya dengan makanan’’ nabi yahya a.s. bersumpah pada dirinya.

” aku juga berjanji atas nama Allah swt, bahwa aku tidak akan memberi nasehat selama-lamanya kepada orang islam’’ sahut iblis.

SELAMAT DARI BAHAY SEBAB MENGEKANG NAFSU

Abdullah bin umar bin al-khaththab radhiallahu a’nhuma, bercerita; saya pernah mendengar rasulullah saw. Bersabda;

Ada tiga orang dari golongan oran-orang sebelummu yang melakukan sebuah perjalanan.

Di tengah perjalanan, keadaan memaksa mereka untuk singgah di sebuah guadengan maksud hendak bermalam di tengah di sana.

Kemudian, mereka pun memasukinya supaya bisa beristirahat. Ketika mereka berada di dalam goa, tiba-tiba jatulah batu besar dari gunung lalu menutupi mulut goa itu.

Dengan begitu, semua orang berkata bahwasannya tidak ada yang dapat menyelamatkan kita dari batu besar ini melainkan jikalau kita

semua berdoa kepada Allah SWT dengan perantara amal baik yang pernah kita lakukan.

Lantas seorangdari mereka memanjatkan doa;

Ya Allah! Aku mempunyai dua orang tua yang sudah renta lanjut uianya dan aku tidak pernah memberi  minum kepada siapapun sebelum

memberi minum kepada keduanya itu, baik kepada keluarga atau pun hamba sahaya.

Suatu hari aku mencari kayu daun-daunan untuk makanan ternak sampai ke tempat yang sangat jauh dari rumah.

Setibanya di rumah, aku menjumpai kedua orang tuaku sudah tertidur. Melihat hal ini aku bergegas untuk memerah susu kambing sebagai minuman untuk mereka berdua.

Saat aku termuai lagi, rupanya mereka berdua masih lelap dalam tidurnya. Aku merasa enggan untuk membangunkan mereka atau pun memberikan minuman kepada seseorang sebelum mereka, baik pada keluarga atau hamba sahaya.

Seterusnya, tiada henti aku dalam keadaan menunggu mereka terbangun dan gelas berisikan susu tetap berada dalam genggaman tanganku.

Aku terus menunggu hingga fajar pun mulai menyingsing, anak-anak kecil sama menangis sebab lapar sementara mereka masih ada di dekat kedua kakiku.

Dan setelah keduanya terbangun maka mereka pun minum air susu itu.

Batu besar itu tiba-tiba sedikit terbuka, tetapi mereka belum bisa keluar dari dalam gua. Lantas orang yang lain lagi berdoa.

Ya Allah! Sesungguhnya aku mempunyai seorang sepupu perempuan. Dia merupakan orang yang sangat aku cintai dari sekian banyak manusia.

Kemudian aku hendak menikahi dirinya tetapi ia menolak lamaranku hingga pada suatu tahun ia memperoleh kesulitan.

Lalu ia mendatangi tempatku untuk meminta pertolongan. Aku memberikan seratus dua puluh dinar kepadanya dengan syarat ia harus

mau aku ajak bersetubuh layaknya suami istri dan ia pun mau menuruti apa yang aku syaratkan.

Setelah aku dapat menguasainya dalam sebuah riwayat lain di sebutkan;

Setelah aku dapat duduk di antara kedua kakinya guna melakukan hubungan suami istri, sepupuku itu berkata;

‘’ tahukan kamu kepada Allah dan jangan membuka cincin, melainkandengan haknya’’ yakni dengan pernikahan yang sah.

Mendengar ucapan itu aku meninggalkannya. Aku urungkan niat bejatku itu, sedangkan ia adalah gadis yang teramat aku cinta dari seluruh  manusia.

Dan emas yang aku berikan itu aku berikan saja menjadi miliknya.

” ya Allah! Bila aku melakukan hal itu dengan niat untuk mengharapkan keridhoan-mu maka lapangkanlah musibah yang sedang aku hadapi ini.’’

Batu besar itu kemudian tambah terbuka sedikit lagi hanya saja mereka masih belum juga dapat keluar dari sana.

Karena itu, makulah seseorang lagi untuk ketiga kalinya seraya berdoa;

Ya Allah! Aku memperkerjakan orang untuk menjadi karyawanku dan kepada semuanya telah aku berikan upahnya masing-masing keculi hanya satu orang laki-laki saja yang masih belum menerimanya.

Tidak peduli, lelaki itu meninggalkan upahnya dan terus pergi. Di kemudian hari, upah yang menjadi hak lelaki itu aku perkembangkan hingga bertambah banyaklah hartanya tadi.

Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari ia mendatangiku lagi, kemudian ia berkata;

“hai, tuan! Bayarlah sekarang upahku yang dulu itu!’’

“semua yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu, baik itu berupa unta, sapi, kambing serta juga hamba sahaya’ jwabku kepada pekerjaku.

“hai, tuan1 janganlah engkau menghinaku’’ pekerja itu seperti nya belum percaya.

“aku tidak menghinamu’’ jawab ku

Setelah pekerjaku yakin mak ia pun mengambil segala yang di milikinya. Semua di giring dan tidak seekorpun yang di tinggalkan.

“ya Allah! Kalau aku lakukan ini atas niat mengharapkan keridloanmu maka la[angkanlah kita dari kesusahan yang sedang kita hadapi ini “batu besar itu lalu membuka lagi hingga mereka pun bisa keluar dari goa itu’’

¹