Kisah Nabi Yusuf Pintarbaca.Com Sudah tahu kisah nabi yusuf singkat? Atau pengen tahu kisah nabi yusuf bagian 4?

Nabi yusuf adalah putra nabi ya’qub dari istri yang bernama rahil. Diantara kedua belas putra nabi ya’qub, yusuf dan bunyamin lah yang paling di cintainya.

Hal ini tentu saja menimbulkan rasa iri hati saudara-saudaranya yang lain. Diantara kelebihan yusuf adalah memiliki wajah yang amat elok dan bagus.

Parasnya sangat tampan dan indah. Bentuk tubuhnya bagus dan kekas. Dan kelebihan yusuf ini tidak dimiliki oleh saudara-saudaranya yang lain.

Terlebih lagi setelah ibundanya rahil meninggal dunia, yusuf makin di cintai ayahandanya.

KISAH NABI YUSUF

Kisah Nabi Yusuf

Kisah Nabi Yusuf – MIMPI NABI YUSUF
Pada suatu malam ia bermimpi, dalam mimpinya ia melihat sebelas bintang. Matahari dan bulan bersujud kepadanya. Keesokan harinya, di ceritakanlah mimpi tersebut kepada ayahandanya.

Kemudian sang ayahandanya berkata: sebelas bintang adalah saudara-saudaramu. Sedangkan matahari adalah ayahmu dan bulan adalah ibumu.

Semua akan menghormatimu. Engkau akan menjadi orang besar dan berwibawa. Maka janganlah kau menceritakan mimpimu itu pada saudara-saudaramu. Jangan sampai mereka tahu.

Sebab mereka tentu akan mencelakakanmu. Namun tanpa setahu yusuf dan ayahandanya, salah seorang saudara-nya mendengar pembicaraan mereka.
Sejak saat itulah mereka makin menaruh kebencian terhadap yusuf dan selalu berusaha mencelaka-kannya.

Kemudian saudara-saudara yusuf telah merencanakan untuk mencelakakan yusuf. Khawatir kalau-kalau mereka tidak akan dapat menjaga yusuf yang waktu masih kecil.

Tetapi karena mereka terus mendesak, akhirnya nabi ya’qub pun mengizinkan setelah mereka berjanji akan menjaga yusuf. Tinggalah bunyamin saja dirumah bersama nabi ya’qub.

Setibanya di tengah hutan mereka hendak membunuh yusuf. Tetapi mereka tidak sampai hati hingga akhirnya salah seorang dari mereka mengusulkan untuk menceburkan yusuf ke dalam sumur tua yang ada di hutan tersebut.

Demikianlah, yusuf yang masih kecil itu tidak berdaya sama sekali ketika kesepuluh saudara-saudara tirinya menangkap dan melepas bajunya kemudian memasukannya ke dalam sebuah sumur tua.

Selanjutnya mereka menangkap seekor binatang dan kemudian mereka menyembelihnya. Darah hewan yang tertumpah itu kemudian di lumurkan pada baju yusuf yang telah terkoyak-koyak hingga berantakan.

Setelah mereka semua tiba di rumah, maka di ceritakanlah kepada nabi ya’qub, bahwa sesungguhnya yusuf telah di makan serigala. Mereka menunjukkan baju yusuf yang terkoyak disana sini dan berlumur darah.

Betapa sedih dan hancur perasaan nabi ya’qub demi mendengar berita itu. Karena demikian sedihnya beliau selalu menangis hingga akhirnya kedua mata beliau menjadi buta.

Baca Juga:

Kisah Nabi Adam Singkat Lengkap dalam Alquran

Kisah Nabi Yusuf – MENJADI BUDAK BELIAN

Kisah Nabi Yusuf

Tidak berapa lama yusuf di dalam sumur, ada serombongan kafilah yang hendak mengambil air. Mereka menemukan yusuf, kemudian yusuf di bawa sebagai tawanan, mereka akan menjual di negeri mesir.

Sesampainya di mesir, yusuf benar-benar di jual sebagai budak pembelinya seorang menteri kerajaan bernama kitfir, kemudian menteri tersebut menyerahkan yusuf kepada istrinya yaitu zulaiha.

Kitfir dan zulaiha tidak mempunyai seorang anak. Mereka bermaksud menjadikan yusuf sebagai anak angkatnya. Kini yusuf hidup di lingkungan istana kerajaan mesir.

Makin lama makin tampaklah bahwa yusuf seorang pemuda yang tampan lagi cerdas. Zulaiha kemudian mengangkatnya sebagai kepala pelayan di istana.

Kisah Nabi Yusuf – ZULAIHA TERGODA KETAMPANAN YUSUF

Sebagai pemuda yang tampan dan ramah yusuf telah menarik perhatian zulaiha. Bukan sebagai ibu dan anak, zulaiha tertarik yusuf sebagai seorang wanita kepada lelaki dewasa.

Pada suatu hari, disaat suaminya pergi. Zulaiha mengenakan pakaiannya yang terbaik, bau parfum tersebar di seluruh tubuhnya. Ia menghampiri yusuf di kamarnya.

Yusuf berdebar kencang saat melihat penampilan zulaiha yang lain dari biasanya. Begitu menyolok dan merangsang.

Yusuf hampir tergoda, namun ia sangat ingat kepada tuhan. Ia pun berkata: “ aku berlindung kepada allah dari perbuatan maksiat ini. Bagaimanakah aku akan melakukan perbuatan ini, sedang suamimu adalah tuanku yang telah memuliakan dan berbuat baik kepadaku. Adalah tidak patut jika suatu kebaikan di balas dengan penghinaan”.

Akan tetapi hati dan pikiran zulaiha telah di kuasai nafsu dan tergoda bujukan iblis. Ia tak menghiraukan peringatan yusuf. “ yusuf”, desah zulaiha sambi menghambur dan memeluk yusuf erat-erat. “tidak seorang pun melihat kita. Tidak ada yang mengetahui perbuatan kita”.

“allah mengetahuinya!”, jawab yusuf sambil berontak melepaskan diri dan buru-buru melarikan diri dalam kamar.

Zulaiha mengejar dan berhasil memegang baju belakang yusuf. Ia berharap yusuf akan berhenti dan mau melayaninya. Tap yusuf terus berlari sehingga bajunya robek di bagian belakang.

Di saat demikian tiba-tiba kitfir datang. Zulaiha segera menghampiri suaminya dan berkata: “yusuf hendak memaksaku melakukan perbuatan mesum”.

“tidak!” sahut yusuf. “dialah yang memaksa saya untuk melakukan perbuatan keji itu”.

Terjadilah saling tuduh menuduh. Di saat demikian datanglah tetangga dekat sekaligus sebagai penengah. Berkata tetangga itu: ”kitalihat saja, jika baju yusuf robek di bagian depan berarti dia hendak memaksa zulaiha berbuat mesum. Jika bajunya robek dibagian belakang itu pertanda zulaiha yang memaksa yusuf berbuat maksiat”.

Kitfir memeriksa dan ternyata baju yusuf robek di bagian belakang. Betapa malu pembesar kerajaan mesir itu. Ternyata istrinya sendiri yang telah berbuat salah.

Kitfir menghampiriyusuf dan berkata: “rahasiakanlah peristiwa ini, simpan baik-baik, jangan ada orang yang tahu. Dan kamu zulaiha mohonlah ampun kepada tuhanmu atas dosa yang telah kau lakukan. Bertaubatlah kepadanya dengan taubat yang sebenarnya”.

Kisah Nabi Yusuf – MEREKA TERPESONA

Walau sudah diusahakan agar tidak bocor tapi peristiwa zulaiha dengan anak angkatnya itu akhirnya terdengar juga ole tetangga kanan kiri. Para wanita baik tua maupun muda sama mempergunjingkannya.

Zulaiha merasa malu. Dalam hati ia berkata, “mereka belum pernah melihat yusuf karena selama ini yusuf selalu berada di dalam rumah. Coba andaikan mereka sudah melihatnya, pasti lebih tergila-gila dari pada aku”.

Pada suatu hari zulaiha mengundang para wanita yang telah mempergunjingkannya. Setiap wanita yang datang di beri buah-buahan dan sembilah pisau yang tajam untuk mengupas buah-buahan yang di hidangkan itu.

Disaat para wanita itu asyik mengupas buah dengan pisau di tangannya, zulaiha memerintahkan pelayan untuk memanggil yusuf agar berjalan di ruang tamu.

Semua orang terbelalak kagum ketika melihat penampilan yusuf yang ganteng dan tampan itu. Semua tercenggang dan sejenak lupa diri.

“inilah pemuda yang kalian gunjingkan. Ternyata kalian juga mengagumi kegantengannya. Sehingga tanpa sadar kalian telah mengelupas kulit tangan kalian sendiri”.

Yusuf segera masuk kedalam. Pada saat itulah para wanita tadi baru sadar bahwa yang mereka kupas bukan buah yang di pegangnya, tetapi tangan mereka sendiri. Darah bercucuran, suasana jadi panik. Dengan tersipu malu, mereka segera kembali pulang kerumah masing-masing.

Namun isu tentang zulaiha dan yusuf masih terus merebak ke seluruh penjuru. Para wanita masih mempergunjingkannya. Untuk menutupi rasa malunya maka kitfir akhirnya memasukkan yusuf ke dalam penjara.

Hal ini dilakukan secara terpaksa walaupun yusuf benar dan zulaiha salah namun yusuf yang masuk penjara.

Kisah Nabi Yusuf – YUSUF DI PENJARA

Memang tak ada jalan lain bagi kitfir. Yusuf harus dipenjara. Jika tidak, zulaiha akan terus tergoda dan siapa tahu lama-lama yusuf tak mampu mempertahankan kesuciannya? Berangkat dari pemikiran inilah kitfir menjebloskan yusuf ke dalam jeruji besi.

Didalam penjara ada dua orang pelayan raja. Yang pertama bernama nabo kepala bagian minuman. Kedua bernama malhab kepala bagian makanan kue-kue.
Keduanya di tuduh hendak membunuh raja dengan menaruh racun dalam makanan dan minuman.

Di dalam penjara yusuf mengajak kedua orang itu untuk bertaubat. Beribadah hanya kepada allah saja.

Pada suatu hari nabo menceritakan mimpinya kepada yusuf: “aku bermimpi memeras anggur yang akan kujadikan khamar”.

Nabo meminta yusuf mengartikan mimpinya itu. Dengan tenang dan yakin yusuf menerangkan arti mimpi nabo. “bergembiralah kau nabo, sebentar lagi kau akan di bebaskan dari penjara. Kau akan di terima lagi sebagai kepala bagian minuman raja karena tuduhan terhadapmu tidak terbukti”.

Malhab menceritakan mimpinya dan minta yusuf mengartikannya: “aku telah bermimpi membawa kue di atas kepalaku, ketika itulah seekor burung datang memakan kue itu”.

“sayang sekali malhab, kata yusuf, “kau akan mengalami nasib buruk, tuduhan terhadapmu terbukti: raja akan menghukum kau sampai mati di tiang salib. Mayatmu akan di makan burung buas mulai kepalamu”.

Beberapa hari kemudian tafsir mimpi itu terbukti kebenarannya. Nabo di bebaskan dari tuduhan dan di perbolehkan bekerja di istana lagi. Sedang malhab dihukum mati karena terbukti kesalahannya hendak meracuni raja.

Sebelum keluar dari penjara, yusuf telah berpesan kepada nabo agar menyampaikan keadaannya di dalam penjara. Ia ingin raja meninjau kembali keputusannya karena sesungguhnya ia tidak bersalah. Justru zulaihalah yang bersalah.

Namun setan membuat nabo jadi lupa sehingga yusuf tetap berada di dalam penjara selama beberapa tahun lagi.

Kisah Nabi Yusuf – MENAFSIRKAN MIMPI RAJA

Pada suatu hari raja mesir memanggil semua penasihat dan tukang ramalnya. Tadi malam sang raja bermimpi melihat 7 ekor lembu kurus memakan tujuh ekor lembu yang gemuk-gemuk.

Dan melihat tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum kering. Para penasihat, duku, tukang ramal diperintahkan untuk mengartikan mimpi sang raja.

Namun tak ada seorang pun yang mampu memberikan jawaban yang memuaskan.
Raja sangat kecewa. Untunglah nabo ingat akan kepandaian yusuf sewaktu berada dipenjara. Ia mengatakan hal itu kepada raja bahwa ada seorang pemuda yang pandai mengartikan mimpi dengan tepat.

Raja kemudian mengutus nabo untuk menemui yusuf dipenjara dan minta kepada yusuf agar mau mengartikan mimpi tersebut.

Yusuf bukan hanya bersedia mengartikan mimpi tersebut malah menerangkan jalan keluar dari arti mimpi sang raja itu.

Berkata yusuf: “yusuf akan mengalami masa subur selama 7 tahun dan mengalami paceklik selama 7 tahun “.
“oleh karena itu,” sambung yusuf “hasil panen selama 7 tahun di masa subur harus disimpan baik-baik, jangan di hambur-hamburkan. Untuk persediaan tuhuj tahun masa paceklik”.

Nabi kembali mengahadap raja. Setelah disampaikan arti mimpi itu, sang raja senang. Di saat itulah nabo menyampaikan pesan yusuf agar sang raja mau mengadili yusuf dengan seadil-adilnya karena sesungguhnya ia tidak bersalah.
Perkara yusuf pun diselidiki dan setelah terbukti ia tidak bersalah sang raja membebaskannya dari penjara.

Kisah Nabi Yusuf – MENJADI MENTERI EKONOMI KERAJAAN MESIR

Setelah sang raja mengetahui kebenaran dan kesucian yusuf. Ia makin tertarik. Terlebih setelah diketahuinya bahwa yusuf itu orang yang cerdas sehingga mampu memberikan jalan keluar persoalan ekonomi kerajaan masir, maka sang raja akhirnya memanggil yusuf untuk di angkat sebagai menteri ekonomi.

Yusuflah yang mengepalai perbendaraan negara. Ia menjadi kepala gudang agar dapat menanggulangi keserakahan para pejabat korup dan penindasan mereka terhadap rakyat kecil terutama jika nanti tiba musim paceklik.

Kisah Nabi Yusuf – KETIKA PACEKLIK TIBA

Apa yang di ucapkan yusuf menjadi kenyataan. Sesudah berlangsung masa subur selama tahun maka datanglah masa paceklik.

Masa paceklik itu juga daerah palestina tempat tinggal nabi ya’qub dan saudara-saudara yusuf. Negeri palestina yang tidak tahu menahu bakal datangnya kemarau panjang itu tentu kelabakan. Rakyatnya banyak yang menderita kelaparan.

Dan mendengar di negeri mesir banyak tersedia bahan makanan dan boleh di tukar dengan emas oleh umum, anak-anak nabi ya’qub bermaksud pergi ke mesir.
Pada waktu bunyamin tidak ikut serta. Sewaktu mereka tiba di mesir dan menukar emasnya dengan gandum mereka sama sekali tak mengira bahwa kepala gudang perbendaharaan negeri mesir adalah yusuf saudara mereka sendiri. Yusuf mengetahui mereka namun pura-pura tidak mengenalnya.

Yusuf memperlakukan mereka sebagai tamu terhormat. Dijamu dengan makanan yang lezat-lezat. Mereka juga di beri bekal perjalanan pulang. Ketika mereka hendak bersiap-siap hendak pulang ke palestina, yusuf berkata kepada mereka: “bawalah saudaramu yang sayah. Jika tidak kamu bawa, lain kali kalian tidak kuperbolehkan masuk negeri mesir dan tidak boleh membeli bahan makanan disini”.

Mereka kaget mendengar ucapan yang menteri. Tak di sangka sang menteri mengetahui bahwa mereka masih mempunyai saudara lagi yaitu bunyamin.

Kisah Nabi Yusuf – BUNYAMIN BERTEMU YUSUF

Ketika mereka tiba di rumah dan membuka karung gandum, ternyata emas-emas yang mereka tukarkan berada di dalam karung bersama gandum. Mereka heran dan segera melaporkan kepada nabi ya’qub: “sungguh aneh?” gumam nabi ya’qub.
Ketika mereka mengatakan keinginan menteri ekonomi agar mereka mau membawa bunyamin ke mesir, nabi ya’qub langsung menolak.

Ia kuatir bunyamin akan mengalami nabis serupa yusuf dahulu. “jika kami tidak boleh membawa bunyamin. Maka kami tidak boleh memasuki negeri mesir dan boleh membeli bahan makanan lagi”. kata mereka.

Nabi ya’qub tetap tidak memperbolehkan bunyamin di bawa pergi. Trauma atas kehilangan yusuf masih menghantui dirinya.

Namun ketika persediaan bahan makanan semakin menipis maka tak bisa tidak mereka harus pergi ke mesir lagi.

“bersumpalah atas nama tuhan”, kata nabi ya’qub.”bahwa kalian harus melindungi bunyamin dengan segenap jiwa raga kalian. Jika terjadi sesuatu kalian harus membelanya sampai titik darah terakhir”.

Mereka serentak menyatakan kesediaannya untuk melindungi bunyamin dan bersumpah demi allah akan membela dan membawa bunyamin kembali.

Demikianlah untuk kali yang kedua mereka pergi ke mesir. Yusuf sebenarnya tak kuat menahan diri begitu melihat saudara-saudaranya datang membawa bunyamin.
Ia ingin segera memeluk bunyamin erat-erat karena sudah lama tidak bertemu dengan adik kandungnya itu. Namun untuk sementara ia tidak ingin saudara-saudaranya yang lain tahu bahwa ia adalah yusuf yang pernah mereka masukan ke dalam sumur.

Ia mencari cara agar bunyamin tinggal di istana. Tidak ikut pulang ke palestina. Yusuf kemudian meletakkan piala raja yang terbentuk dari emas di karung bunyamin.

Untuk sementara yusuf membiarkan saudara-saudaranya berjalan ke luar kota. Namun tidak lama kemudian ia memerintahkan prajurit untuk menyusul rombongan saudaranya itu.

Mereka terkejut ketika serombongan prajurit menyusul dan memintanya berhenti.

“raja kami kehilangan piala yang terbuat dari emas. Apalagi kalian mengetahuinya. Siapa yang menemukan piala itu akan diberi hadiah gandum satu tunggangan onta”.
“kami datang ke mesir bukan untuk membawa kerusuhan”, kata saudara-saudara yusuf. “dan kami bukanlah termasuk orang-orang yang mencuri”.
Para prajurit berkata: “apakah hukuman bagi orang yang melakukan pencurian itu?”.
“hukumannya adalah menjadi budak, itulah tebusan dari perbuatannya,” jawab saudara-saudara yusuf.

Prajurit itu kemudian menggeledah tiap karung dari saudara-saudara yusuf. Tiba-tiba mereka menemukannya di karung bunyamin.

Tanpa kompromi lagi, bunyamin di bawa menghadap menteri perekonomian yaitu yusuf. Saudara-saudara bunyamin yang lain di perbolehkan pulang.

Yahudza tak ikut pulang, ia merasa malu kepada ayahnya karena telah berjanji melindungi bunyamin dari segala marabahaya, ternyata bunyamin sekarang tak bisa ia bawa pulang.

Yahudza bersumpah tidak akan pulang sebelum membawa bunyamin atau ayahnya sendiri memanggilnya pulang. Sementara itu bunyamin gemetar saat di hadapkan kepada menteri ekonomi mesir.

Wajahnya pucat pasi, tapi hal itu tak berlangsung lama karena yusuf segera memeluknya dan mengatakan siapa sebenarnya sang menteri ekonomi itu.

Pertemuan kakak beradik itu benar-benar mengharukan, bunyamin menangis terisak-isak. Ia segera menceritakan nasib ayahnya dipalestina.

Betapa menderitanya sang ayah sejak ditinggal yusuf setiap hari ayahnya menangis sampai matanya menjadi putih dan tak dapat melihat lagi.

Kisah Nabi Yusuf – IMPIAN ITU MENJADI KENYATAAN

Begitu mengetahui sembilan orang anaknya pulang tanpa membawa bunyamin, nabi ya’qub terpukul jiwanya. Ia benar-benar sedih. Sudah kehilangan yusuf kini bunyamin di jadikan budak oleh penguasa negeri mesir.

Dari hari ke hari tampak nian kesedihan nabi ya’qub. Kini ia lebih suka menyendiri di mihrabnya. Hanya tuhan tempatnya mengadu dan berkeluh kesah.
Pada suatu hari ia mendapat ilham bahwa yusuf itu masih hidup dan tak lama lagi ia akan berjumpa dengan anak yang sangat di cintainya itu.

Nabi ya’qub kemudian memerintahkan anak-anaknya mengembara le mesir. “carilah kabar tentang yusuf di mesir dan berusahalah membebaskan bunyamin agar dapat pulang”.

Karena tak sampai hati melihat penderitaan ayahnya, anak-anak nabi ya’qub itu akhirnya pergi ke mesir lagi. Mereka langsung menghadap menteri ekonomi.
Di samping hendak minta bantuan bahan makanan mereka juga meminta agar penguasa mesir mau membebaskan bunyamin.

“ayah kami sangat bersedih sejak kehilangan yusuf. Terlebih setelah bunyamin juga tak dapat kembali pulang. Kami benar-benar mengharap belas kasih paduka agar mau membebaskan bunyamin sehingga dapat mengurangi penderitaan ayah kami”.

Kisah Nabi Yusuf – Akhirnya yusuf tak sampai hati mendengar penuturan saudara-saudaranya tentang ayahnya yang menderita. Sambil tersenyum ia berkata: “masih ingatkah kalian, kepada saudaramu yusuf yang kalian lemparkan ke dalam sumur tanpa belas kasih. Kalian meninggalkannya seorang diri seperti barang yang tak berharga. Tak kalian hiraukan ratap tangisnya dan kalian terus saja pulang tanpa merasa bersalah”.

Mendengar ucapan sang menteri mereka terkejut. Bagaimana menteri itu bisa mengetahui perkara rahasia yang tak pernah mereka bocorkan. Mereka saling pandang. Perlahan-lahan mereka mengamati wajah sang menteri.

Senyumnya, wajahnya, bentuk tubuhnya dari atas sampai bawah. Dan akhirnya hampir berbareng mereka berucap: “engkau yusuf”.

“benarlah!” jawab yusuf. “akulah yusuf dan inilah adikku bunyamin. Allah dengan rahmatnya telah mengakhiri penderitaanku dari ujian berat yang telah kualami. Dan dengan rahmat-nya pula kami dikaruniai rezeki berlimpah ruah dan penghidupan yang sejahtera. Demikianlah barangsiapa yang bersabar, bertaqwa dan bertawakal tidaklah akan luput dari pahala dan ganjaran-nya”.

Saudara-saudara yusuf gemetar mendengar pengakuan itu. Terbayang kemabli perbuatan mereka saat memasukkan yusuf ke dalam sumur. Mereka kuatir bila yusuf membalas dendam.

Tapi teryata yusuf bukanlah orang yang pendendam. Mereka dimaafkan. Yusuf kemudian mengambil baju gamisnya dan di serahkan kepada saudara-saudaranya.
“usapkanlah baju ini pada kedua mata ayah, insya allah, beliau dapat melihat kembali. Kemudian ajaklah ayah dan ibu ke mesir secepatnya. Aku sudah tak sabar untuk bertemu”.

Demikianlah, setelah mereka datang di palestina. Baju gamis yusuf segera di usapkan kedua belah mata ayahnya. Atas kehendak allah nabi ya’qub yang buta bisa melihat kembali. Nabi ya’qub dan keluarganya kemudian pindah ke mesir memenuhi permintaan yusuf.

Kini lengkaplah sudah kebahagiaan yusuf karena dapat berkumpul dengan seluruh keluarganya. Yusuf menaikan ayah dan ibu (tiri) nya ke singgasananya. Apa yang pernah diimpikannya dulu sekarang menjadi nyata.