Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah PintarBaca.Com Sudah tahu cerita penuh hikmah dan motivasi? Atau ingin tahu 17 kisah penuh hikmah?

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – Akui Kebenaran Dari Manapun Datangnya

Khalifah umar bin khatab pada suatu malam berkeliling di jalan kota madinah mengamati keadaan rakyatnya. Ketika melewati sebuah rumah seorang anshar, beliau mendengar suara mencurigakan.

Khalifah ingin melihat kedalam rumah, tetapi ternyata kuncinya terkunci. Beliau tidak bisa menahan rasa marahnya. Terpaksa beliau membobol tembok bagian belakang rumah.

Setelah berhasil masuk dilihatnya ada sekelompok pemuda yang sedang pesta miras. Beliau segera mengeluarkan cemeti dari balik bajunya.

Salah seorang pemuda di antara yang melakukan pesta itu ada yang berkata, ‘’apa yang akan anda lakukan kepada kami, wahai amirul mu’minin?.

Aku akan menghukum kalian. Jawab khalifah dengan tegas
Jika kami melakukan satu dosa, anda melaukan tiga dosa. Kata pemuda itu.
Apa itu.? Tanya khalifah penasaran
Pemuda itu menjelaskan, yang pertama Allah berfirman.
Masukilah rumah melalui pintunya, dan anda telah masuk rumah ini dengan menjebol tembok.

Yang kedua, Allah berfirman.
Jangan memata-matai, anda melakukan itu kepada kami.

Yang ke tiga . Allah berfirman.
Wahai orang-orang yang beriman, jangan memasuki rumah orang lain sebelum kamu minta izin dan mengucapkan salam. Anda teah memasuki rumah ini tanpa izin.

Kamu benar, demi Allah. Kata khalifah
Khalifah umar lalu pulang melalui tempat dia masuk.
Para pemuda itu akhirnya bertaubat.

Kebenaran bisa datang dari mana saja.
Sampingkan ego diri jika kesalahan kita diingatkan oleh orang yang menuntut anggapan kita lebih rendah dari kita.
Jangan malu mengakui kebenaran pendapat orang lain.

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – KORUPTOR di BEBASKAN, PENYEBAB HANCURYA NEGARA

Seorang wanita bangsawan dari kabilah makhzum terbukti melakukan pencurian. Keluarganya dan masyarakatnya dari kalangan suku quraisy merasakan kesedihan dan keprihatinan akan hal itu.

Salah seorang bangsawan di kalangan mereka terbukti melakukan tindakan yang memalukan dan mencemarkan nama baik kabilah makhzum dan quraisy.

Belum lagi mereka membayangkan hukuman yang akan di jatuhkan kepada seorang pencuri. Potong tangan. Mereka bertambah susah dan galau.

Akhirnya mereka berinisiatif untuk menghadap rasulullah dan meminta agar wanita tersebut di bebaskan dari hukuman potong tangan.

Namun di kalangan mereka tidak ada satupun yang berani menyampaikan hal itu langsung dihadapkan rasulullah. Salah satu dari mereka berkata, tidak ada yang berani meyampaikan hal ini di hadapan rasulullah kecuali usamah bi zaid. Usamah sudah di anggap rasulullah putranya sendiri.

Kabilah bani makhzum lantas memandangi usamah, meminta kesedihannya sowan rasulullah. Usamah menyanggupinya. Setelah apa yang menjadi keinginan bani makhzum dan quraisy di sampaikan oleh usamah kepada rasulullah, berubahlah muka beliau.

Rasulullah berkata, apakah akan membatalkan had yang merupakan ketetapan Allah?.

Mohonkan lah maaf Allah untukku, wahai rasulullah. Kata usamah menyesali ucapanya.

Sore harinya rasulullah berpidato di hadapan banyak orang beliau berkata dengan tegas, kehancuran umat sebelum kalian di sebabkan karena jika ada orang terpandang di kalangan mereka mencuri, mereka membebaskannya.

Tetapi jika yang memcuri adalah rakyat kecil, mereka menjatuhkan hukuma padanya. Demi Allah yang jiwaku ada dalam kekuasaanya, jika fathimah putri abi muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya.

Rasulullah kemudian memerintahkan wanita dari kabilah mahzum itu agar di potong tangannya.

Kita tidak sedang mengajak anda untuk mendukung negara islam dan menerapkan potong tangan. Mari jalankan isi pidato rasulullah itu, demi kesejahteraan bangsa dan negara kita tercinta.

Baca juga:

Kisah Islami Penuh Hikmah dan Motivasi serta Mengharukan
Pengertian Wali Allah Menurut Islam Beserta Kisahnya

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – APEL dan PERMASALAHAN WANITA

Suatu ketika datang seorang wanita ke majlis pengajian imam abu hanifah. Dia hanya bendiri di pintu, tidak berani masuk. Karena yang hadir di majlis itu semuanya pria.

Dia hanya menitipkan satu buah apel kepada imam abu hanifah. Apel itu berwarna merah di satu sisinya, dan kuning di sisi yang lain.

Tolong berikan apel ini kepada imam abu hanifah, saya menunggu jawaban, pinta wanita itu.

Setelah menerima buah apel, imam abu hanifah bertanya kepada laki-laki yang mengantarkannya, siapa yang mengirim apel ini?.

‘’seorang wanita yang sekarang berdiri di balik pintu menunggu jawaban. Jawab lelaki itu.

Aku paham yang dia tanyakan.

Beliau kemudian membelah apel itu menjadi dua bagian dan di serahkan kembali kepada lelaki yang mengantarnya.

‘’ temui wanita itu dan serahkan apel itu kembali padanya. Kata imam abu hanifah.

Lelaki tadi lantas menjalanan perintah beliau, apel itu di serahkan kepada wanita yang telah menunggu di balik pintu.

Setelah menerima apel tersebut, wanita itu pulang ke rumah dengan lega, karena sudah mendapat jawaban dari pertanyaan yang selama ini membuatnya bingung.

Wanita yang datang ke majlis imam abu hanifah dalam kisah di atas bertanya tentang darah haid. Jika warna darah yag awalnya merasa telah berubah menjadi kuning, apakah dia sudah dihukumi suci?.

dia memberi isyarat dengan menyerahkan satu buah apel yang berwarna merah dan kuning di sebagian sisinya.

Imam abu hanifah dengan cerdas mengetahui apa yang di kehendaki wanita tersebut. Kemudian beliau menjawab dengan cara membelah apel menjadi dua bagian, sehingga terlihat bagian dalamnya.

Sebagai isyarat bahwa wanita di hukumi suci, jika sama sekali sudah tidak ada darah yang keluar.

Di lambangkan dengan warna putih yang tampak saat apel itu di belah menjadi dua. Sehingga jika masih mengeluarkan darah berwarna kuning, belum di hukumi suci.

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – KEAJAIBAN REZEKI

Imam az zahidi ingin mempertebal rasa yakinnya tentang rezeki. Beliau memilih pergi ke hutan balatara yang tidak pernah di masuki manusia dengan tanpa membawa pembekalan.

Setelah masuk ke tengah hutan, di lihatnya ada sebuah gunung. beliau mendaki gunung hingga sampai di sebuah gua. dia masukilah gua itu, dan beliau di bagian dalamnya.

Imam az zahidi ingin menguatkan keyakinan atas rezeki Allah. Beliau berkata, aku sekarang akan melihat bagaimana Allah memberikan rezeki kepadaku di tempat seperti ini.

Di saat bersamaan, ada rombongan kafilah yang tersesat. Mereka tidak tahu ke arah mana harus berjalan. Tiba-tiba turun hujan dengan lebat sekali.

Mereka pontang panting mencari tempat berteduh. Akhirnya mereka memasuki gua yang di situ terdapat imam az zahidi mereka melihat ada orang di gua yang gelap itu.

Mereka mengajak imam az zahidi bicara, ‘’hai hamba Allah’’.

Beliau tidak menjawab

Mungkin orang ini kedinginan hingga membeku, sehingga tidak bisa berkata, datang salah seorang dari mereka.

Mereka kemudian menyalakan api unggun di dekat lelaki yang di temuinya itu, mereka mengajak bicara lagi beliau tetap tidak menjawab.

Mungkin orang miskin ii kelaparan, atau salah seorang dari rombongan kafilah.

Mereka mengeluarkan makanan bekal perjalanan dan di suguhkan di hadapan beliau.

Imam az zahidi tetap diam tak bergerak.

Orang ini dalam waktu yang lama tidak menemukan sesuatu yang bisa di makan. Rebuslah susu, agar bisa di minum orang ini dalam keadaan hangat. ‘’kata seorang yang lain.

Mereka merebus susu yang mereka bawa, lantas di suguhkan di hadapan beliau. Tetap tak sedikitpun beliau menoleh.

Giginya mungkin sudah terkunci rapat.’’ Kata yag lain.

Dua orang dari mereka segera bertindak. Yang satu memegang pisau untuk membuka mulut. Yang satunya memasukkan susu ke dalam mulut.

Imam az zahidi tidak bisa mengelak lagi. Dia harus membuka mulutnya. Setelah mulutnya terbuka, di masukkan susu hangat.

Namun beliau memuntahkan susu itu, sambil tertawa terbahak-bahak.

Orang ini gila. Teriak salah satu rombongan kafilah.

Tidak, tetapi aku ingin membuktikan bahwa Allah memberikan rezeki kepadaku dan kepada hambanya yang lain.

Di manapun tempatnya dan bagaimana keadaannya. Jelas imam az zahidi mantap.

Kisah ini tidak mengajak anda untuk meninggalkan usaha dan bekerja dalam menggapai rejeki. Kemudian menjadi pengangguran dan beban bagi orang lain.

Tidak karena rasulullah memerintahkan kita bekerja dan mencela mereka yang kuat bekerja namun menjadi peminta.

Tetapi untuk pembuktian saja bahwa rejeki itu takdir Allah. Setiap manusia tidak akan mati sebelum seluruh rezeki yang di takdirkan kepadanya di terima.

Rejeki itu di berikan kepada siapapun, apapun, dimanapun dan dalam situasi yang di kehendakinya.

karena itu, kalau bekerja jangalah mencari profesi yang tidak halal, toh rejeki juga akan menghampiri kita.

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

kalifah umar bin khathab memiliki kebiasaan berkeliling ke rumah –rumah penduduk untuk mengetahui secara langsung kondisi rakyat yang dipimpinnya.

Ketika melewati sebuah rumah, khalifah mendengar suara tangis seorang wanita. Beliau lantas menghentikan langkahnya.

didengarnya ada seorang wanita berkata kepada anak-anaknya, ’’ Allah lah yang akan mengadili antara aku dan umar bin khathab.’’

Khalifah umar penasaran, ingin tahu apa yang terjadi dan juga ingin meredakan kesusahan yang dialami keluarga yang berada di rumah itu.

Beliau kemudian mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk seisi rumah itu belum pernah ada yang mengenal dan melihat wajah umar bin khathab.
Khalifah umar bertanya kepada wanita yang ada dirumah itu, ‘’apa yang telah dilakukan umar kepadamu?’’

Dia telah mengirim suamiku ke sebuah peperangan. Suamiku meninggalkan anak-anak yang masih kecil.

Aku tidak memiliki apapun untuk aku gunakan menafkahi mereka. Jawab wanita itu.
Seketika menangislah anak-anak kecil yang ada di situ sambil berkata, ‘’amirul mu’minin telah melalaikan kami’’.

Tanpa berfikir panjang khalifah bergegas pamit. Beliau segera mengambil sekarung tepung dan beberapa potong daging yang di angkut ke atas panggung.

Seseorang yang ada di sampingnya heran melihat khalifah melakukan hal tersebut. Dia kemudian berkata, ‘’letakkanlah, biar aku saja yang membawanya.’’

Tidak. Jika kamu memikul ini di dunia, siapakah yang akan memikul dosaku di hari kiamat kelak. Jawab khalifah umar dengan berlinang air mata.

Beliau menangis sampai memasuki rumah wanita yang di masukinya tadi. Halifah kemudian membuat tepung dari gandum yang di bawa,menghidupkan api di dapur dan memasak roti dan daging.

Setelah makanan matang, beliau membangunkan anak-anak kecil di rumah itu kemudian di suapi dengan tangan beliau sendiri hingga kenyang.

Sebelum pamit khalifah mengungkap siapa dirinya sambil memohon, ‘’jadikanlah diriku terbebas dari tuntutan. Jangan kalian tuntut aku di hari kiamat kelak.’’
Mereka mengiyakan permohonan tersebut. Halifah lantas pulang dengan perasaan lega.

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – SHOLAT JAMAAH

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah

Syaikh ubaidillah bin umar al qawariri menceritakan.
Aku tidak pernah ketinggalan sholat jamaah.

Namun pada suatu malam, aku kedatangan seorang tamu yang membuatku tak bisa hadir jamaah isyak di masjid.

Setelah tamuku pulang, aku bergegas keluar rumah untuk melaksanakan jamaah.

Namun aku tidak beruntung, jamaah sholat isyak sudah dilaksanakan, bahkan semua masjid yang ku datangi telah di tutup pintunya.

Aku kembali ke rumah degan perasaa susah dann gudah karena tidak bisa melaksanakan sholat isya dengan berjamaah.

Tiba-tiba aku teringat sebuah hadist bahwa rasulullah bersabda, ‘’sholat jamaah melebihi sholat sendirian dengan selisih 27 erajat.’’

Kemudian aku melaksanakan sholat isyak sendirian sebanyak 27 kali. Pikirku, dengan kukerjakan 27 kali, sholat isyak tersebut sebanding dengan sholat jamaah.

Pada malam harinya, saat tidur Aku bermimpi. Dalam mimpiku aku melihat diriku menaiki kuda bersama sekelompok orang yang juga mengendarai kuda.

Aku berada di paling belakang, sedangkan mereka di depanku semua. Aku pacu kudaku, tetap tidak bisa menyusul mereka.

kemudian ada salah seorang yang menengok ke belakang berbicara denganku.

‘’Meskipun kamu buat kudamu bekerja keras kepayahan, kamu tidak akan mampu menyusul kami.’’

‘’Mengapa, wahai saudaraku?’’ Tanya ku.
karena kami mengerjakan sholat isyak dengan jamaah, sedangkan kamu sholat sendirian.’’ Jelasnya.

Aku terbangun, dan aku semakin susah dan sedih.
Seorang ulama salaf berkata, seseorang tidak meninggalkan sholat jamaah kecuali di karenakan ada dosa yang telah dia lakukan.

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – LENTERA di BELAKANG TUBUHMU

Di kota bagdhad terdapat seorang kaya raya. Dia menderita sebuah penyakit dan peglihatannya sudah tidak jelas.

Dia mempunyai dua orang putra. Putranya yang kecil senantiasa menemani ayahnya sambil membawa lentera.

Pada suatu saat terbesit di hati sang ayah untuk berwasiat. Putranya yang besar dipilih sebagai pelaksana wasiatnya.

Dia sama sekali tidak melibatkan putranya yang
kecil dalam urusan ini.

Karena dia saudagar kaya, banyak sekali harta yang akan di sebut dalam wasiatnya.

Dan dia juga akan berwasiat putranya yang besar yang akan melaksanakan semua wasiat itu setelah dirinya wafat.

Putranya yang kecil adalah seorang yang cerdas dan shalih. Di malam ayahnya menulis wasiat, dia mengantarkan ayahnya ke kamar kecil seperti biasa.

Namun dia mengantar dengan berjalan di belakang sang ayah. Sehingga ayahnya berjalan dengan menabrak sana-sini, karena sudah tidak bisa melihat dengan jelas dan cahaya lentera terhalang oleh tubuhnya sendiri.

Ketika perjalanan kembali dari kamar kecil, putranya berjalan di depan ayahnya seperti biasa.

Sesampainya di tempat tidur, sang ayah memanggil putranya yang kecil. Ayahnya bertanya, ‘’wahai putraku, apa yang membuatmu berjalan membawa lentera di belakangku? Aku tidak melihat hal tersebut selain malam ini.

Apakah kamu iri kepada saudaramu karena tidak aku libatkan dalam urusan wasiat.?

Tidak, wahai ayahku. Semoga Allah membalas kebaikanmu karena tidak menjadikanku sebagai pelaksana wasiat.

Saya melakukan ini karena ingin menunjukkan kepadamu sebuah perumpamaan.

Wasiat itu ibarat lentera yang ada di belakangku. Sedekah itu ibarat lentera yang ada di depanmu.

Jika engkau jadikan lentera di depanmu, jalanmu akan terang oleh cahayanya. Jika lentera kau jadikan di belakangmu, maka seperti yang engkau alami tadi. Jawab sang anak.

Benar kamu nak, sungguh takjub dengan perumpamaanmu.’’ Pungkas ayahnya.
Keesokan harinya, ayahnya memanggil putranya yang besar dan berkata, laksanakan semua yang aku wasiatkan sekarang juga! Tidak usah menunggu wafatku.

Wasiat lebih ringan, karena harta kita berkurang putranya saat kita sudah mati dan tidak membutuhkannya lagi. Sedekah saat masih hidup butuh pengorbanan.

Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah – DIA adalah PENJARA

Sayyid hasan bin ali bin thalib dalam sebuah kesempatan keluar dari rumahnya. Beliau menaiki tunggangan yang bagus dan berpakaian mewah.

Di jalan berpapasan dengan seorang yahudi miskin berpakaian compang camping.

Si yahudi menghentikan sayyid hasan dan berkata, ‘’wahai cucu rasulullah, aku ingin bertanya’’.

Apa yang kau tanyakan?.
‘’Kakekmu berkata, dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surganya orang kafir.

Anda orang beriman dan aku kafir. Aku tidak menyaksikan dunia melainkan merupakan surga bagimu. Hidupmu sagat bahagia.

Dan ehiupan dunia ini adalah penjara bagiku. Hidupku menderita. Kemiskinan telah menyengsarakan hidupku.’’

Setelah mendengarkan perkataan si yahudi, sayyid hasan menjawab, ‘’wahai orang yahudi, jika aku membandingkan nikmat besar yang telah di siapkan oleh Allah kepadaku di akherat, aku dalam keadaanku seperti ini adalah di dalam penjara.

Dan jika kamu membandingkan siksa pedih yang di siapkan Allah kepadamu di akherat, kamu dengan keadaanmu sekarang ini berada di surga yang luas.

Itulah beberapa kumpulan Cerita Pendek Islami Penuh Hikmah yang dapat Anda baca sebagai motivasi perjalanan hidup dari orang – orang sukses baik dunia maupun akhirat. Semoga bermanfaat.

¹

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here